Tampilkan postingan dengan label budaya korea. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budaya korea. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Februari 2012

Wisata Korea, Festival Api Jeongwol Daeboreum

Festival api Jeongwol Daeboreum di Pulau Jeju, Korea
Kali ini saya ingin kembali bercerita tentang wisata Korea yang menarik. Dan di bulan Februari ini, ada satu festival yang akan berlangsung, yakni Festival api Jeongwol Daeboreum yang akan dilangsungkan di Pulau Jeju. 

Tahun ini, festival yang dalam bahasa Inggris disebut sebagai Jeju Jeongwol Daeboreum Fire Festival itu akan digelar pada 2 sampai 4 Februari. Kali ini, tema festival mengusung “Perdamaian dan kemakmuran Jeju, untuk kedamaian dan kebahagiaan”.

Festival api Jeongwol Daeboreum berasal dari tradisi kuno masyarakat Korea, yaitu membakar ladang yang sudah dipenuhi ilalang dengan tujuan untuk membasmi hama. Kebiasaan membakar ladang ini biasanya dilakukan menjelang masa tanam untuk bibit-bibit yang baru.

Festival api Pulau Jeju, salah satu festival budaya Korea
Di masa kini, festival api ini dikemas dengan modern dan tentu saja menarik. Di hari pertama festival, akan diadakan pertunjukan laser yang kemudian diikuti dengan parade obor. 

Di hari berikutnya, permainan rakyat tradisional khas Korea akan ditampilkan, contohnya adalah yutnori yang merupakan papan permainan tradisional yang dimainkan dengan melempar empat tongkat kayu. Kemudian, ada juga permainan juldarigi yang merupakan permainan tentang peperangan.

Di hari terakhir dari Jeju Jeongwol Daeboreum Fire Festival, acara puncak yakni pembakaran ladang akan dilakukan. Namun sebelum itu, akan diadakan pertunjukan kembang api di as Oreum, sebuah sebuah gunung berapi parasit.

Sementara itu, ada juga lho acara-acara lain yang tak kalah seru selama festival api ini berlangsung. Misalnya saja akan ada sesi meramal, perjalanan naik gunung, ataupun festival kuliner, yang juga menampilkan sup kacang merah Korea yang populer itu.

Ehmm, bagaimana menarik bukan? Sebuah festival budaya yang unik. Informasi selengkapnya mengenai festival ini bisa dilihat di halaman www.visitkorea.or.kr. Selamat berwisata.

Gambar : www.visitkorea.or.kr,

Kamis, 24 November 2011

Pelajari dan Menikmati K-pop

K-pop girls band, Girl's Generation atau SNSD
Beberapa tahun terakhir ini, budaya Asia Timur terutama dari Korea kian populer di Indonesia. Sebenarnya sih, kalau saya nggak salah ingat, sudah ada kok drama Korea yang ditayangkan di salah satu stasiun TV Indonesia pada periode 90an. Drama itu cukup menarik banyak perhatian, dan banyak remaja kita yang suka dengan artis-artis Korea yang tampil di serial drama tadi.

Nah, kalau sekarang, selain drama, Korea juga ‘menyerbu’ Indonesia dengan hiburan musiknya, terutama yang kita kenal dengan sebutan K-pop atau Korean pop. Sejumlah grup band atau penyanyi asal Korea sering nongol di layar TV kita. Kemudian, banyak juga kontes-kontes ala K-pop yang diadakan oleh mall-mall, kampus-kampus, atau sekolah-sekolah.

Di antara teman-teman mungkin pernah dengar yang namanya Girl’s Generation. Ya betul, Girl’s Generation ini merupakan salah satu grup musik wanita alias girls band asal Korea Selatan yang beranggotakan 9 wanita muda nan cantik. Di kalangan para penggemarnya, grup ini sering juga disebut dengan nama SNSD atau So Nyeo Shi Dae, ini nama grup ini dalam bahasa Korea lho. Beberapa lagu mereka yang populer di Indonesia di antaranya Way To Go dan Kissing You. Kalau penasaran, coba lihat dulu nih video mereka.


Gimana penampilan Girl’s Generation di video klip di atas, baguskan? Nah, di antara teman-teman pasti juga pernah dengar dong lagu yang sepenggal syairnya berbunyi “nobody.. nobody but you, nobody.. nobody but you,”. Kalau lagu yang ini judulnya Nobody, penyanyi juga girl band asal Korea, Wonder Girls. Anggotanya, juga cewek-cewek muda dengan wajah cantik dan tubuh yang aduhai. Nih videonya kalau penasaran juga.


Contoh artis K-pop saya tulis dua aja ya, soalnya banyak banget sih. K-pop hadir di Indonesia sebagai sebuah hiburan baru, terutama juga di industri musik. Sedikit banyak, K-pop juga mempengaruhi industri musik di tanah air. Belakangan ini, kita semua kan tahu, banyak bermunculan grup-grup boys band or girls band Indonesia. Mereka juga bergaya ala K-pop dengan lagu-lagu yang enerjik, juga dengan tampilan fisik yang bagus dan wajah yang cantik dan rupawan. Kalau contohnya, gak usah saya tulis ya, teman-teman juga sudah pada tahukan.

Menurut saya, K-pop memang fenomenal. Tidak hanya eksis di negerinya sendiri, tapi juga sukses sampai ke luar negeri alias go international. Yang jadi catatan saya, kebanyakan artis K-pop memiliki fisik yang bagus, wajah yang cantik dan tampan plus lagu-lagu yang juga enak didengar. Kemudian juga, soal gaya, boleh dibilang artis K-pop gak ada matinya. 

Saya sendiri sih tidak begitu akrab dengan K-pop, cuma sepintas saja tahunya. Tapi kalau artis-artis musik kita bisa belajar dari K-pop, bukan tak mungkin musik Indonesia akan semakin populer di dunia internasional. Sebagai warga negara yang baik, tentu saya juga ingin melihat musisi-musisi Indonesia dan karya-karyanya bisa semakin dikenal banyak orang, bahkan hingga ke manca negara. Ujung-ujungnya juga akan menimbulkan rasa kebanggaan kepada bangsa.    

K-pop girls band, KARA
 
Gambar : http://wordpress.com, http://blogspot.com

Jumat, 30 September 2011

Mengenal Korea dari Budayanya

Pekan lalu, dari siaran radio saya mendapat informasi akan adanya sebuah festival seni dan budaya antara Korea Selatan dan Indonesia, yang berlangsung di pusat perbelanjaan Gandaria City, Jakarta Selatan. Hemm.. nyatanya informasi ini menarik buat saya, dan saya putuskan untuk menyempatkan diri datang dan melihat langsung festival budaya ini.

Sa Mul Noli, permainan alat musik tradisional Korea
Dua hari lalu, saya berkunjung ke Gandaria City untuk melihat festival budaya yang bertajuk Korea Indonesia Week. Acaranya cukup ramai dengan beragam agenda kegiatan yang menarik seperti kontes K-Pop, pameran foto, pemutaran film Korea, hingga demo masak makanan Korea. O..ya, acara ini sendiri rupanya berlangsung selama beberapa hari, mulai 28 September hingga 4 Oktober.

Selang beberapa waktu saya menikmati festival Korea Indonesia Week ini. Dalam waktu yang singkat itu, saya mulai mengenal (sedikit) budaya Korea, seperti pakaian tradisional Korea atau Hanbok, permainan alat musik tradisional Korea yang bernama Sa Mul Noli, dan juga Jae Gi Cha Ji sebuah permainan tradisional Korea yang fokus pada ketangkasan kaki para pemainnya.

Rumah tradisional Korea, Hanok
Di festival ini juga, saya sempat melihat sebuah gambar besar rumah tradisional Korea atau Hanok. Kemudian, saya juga sempat menikmati tarian tradisional Korea yang bernama Bu Che Chum. Tarian ini merupakan tari kipas, dimana para penarinya mengenakan busana tradisional Korea. Dan satu hal yang membuat saya bangga, tari Bu Che Chum yang dipentaskan di festival Korea Indonesia Week ini dibawakan oleh para remaja Indonesia.

Melalui acara ini, pertukaran budaya antara Korea dan Indonesia sepertinya sedang terjadi. Dan hal itu saya anggap sebagai kegiatan yang positif. Kalau tadi remaja Indonesia membawakan tarian tradisional Korea, selanjutnya ada kelompok paduan suara anak-anak dari Jakarta Korean Children, yang semua anggotanya adalah anak-anak Korea, yang menyanyikan lagu-lagu Indonesia seperti Potong Bebek Angsa dan Bengawan Solo… luar biasa.
 
Jakarta Korea Children menyanyikan lagu Potong Bebek Angsa
Ragam budaya Korea tadi betul-betul indah dan menarik buat saya. Jika ada kesempatan, saya ingin berkunjung langsung ke Korea, untuk berwisata sekaligus mengenal Korea lebih dekat. Bagaimana… Anda juga tertarik mengenal budaya dan wisata Korea?