Tampilkan postingan dengan label latte art. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label latte art. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Oktober 2011

Teknik Dasar Latte Art

Menyambung artikel saya sebelumnya yang berjudul Latte Art, Seni Menghias Kopi, ada beberapa saran dari pembaca blog saya untuk menampilkan teknik-teknik dasar dari latte art. Setelah mencari-cari akhirnya saya dapat sejumlah informasi berkaitan dengan teknik praktis latte art.

Mengulang sedikit definisi dari latte art, bisa kita artikan sebagai istilah yang dipakai untuk menyebutkan gambar atau pola atau desain yang dibuat pada minuman dasar espresso. Latte art lazim dipakai pada kopi late karena minuman kopi yang satu ini punya perbandingan susu dan dan foam yang mendukung.

Seni menghias kopi dengan teknik free pour latte art
Ada beberapa teknik dalam latte art. Pertama adalah Free Pour Latte Art, teknik ini dilakukan dengan memanipulasi jatuhnya susu dan foam yang dituangkan di atas espresso. Motif yang populer dari teknik ini adalah motif bergambar daun atau rosetta dan hati atau heart.

Selanjutnya ada teknik Etching, yang dilakukan dengan menggambar pola di atas permukaan minuman kopi dengan alat atau bahan tambahan semisal sirup, bubuk kopi, coklat dan sebagainya. Bahan tambahan diberikan setelah susu dituangkan ke atas espresso. Teknik ini sedikit lebih mudah dipelajari dibanding teknik pertama tadi.

Teknik etching latte art dengan tambahan bubuk kopi dan coklat
Kemudian, untuk membuat latte art diperlukan bahan dan peralatan yang mendukung. Salah satu bahan pentingnya adalah susu panas. Dan untuk memanaskan susu bisa digunakan wadah apa saja. Namun, untuk frothing sebaiknya menggunakan alat yang terbuat dari logam dan berujung lancip.

Teknik-teknik yang saya sampaikan ini hanya berada di bagian permukaan latte art saja, maklum saya bukan seorang praktisi latte art secara langsung. Semoga informasi mengenai teknik dasar latte art ini bisa sedikit mengobati rasa ingin tahu dari teman-teman sekalian yang tertarik dengan latte art.

Senin, 10 Oktober 2011

Latte Art, Seni Menghias Kopi

Hiasan kopi berbentuk daun
Akhir pekan lalu, seorang teman mengajak saya untuk menikmati malam di sebuah kafe di bilangan Jakarta Selatan. Kebetulan, saya adalah penikmat kopi dan saya pesanlah secangkir coffee latte kepada seorang pelayan di kafe tadi. Oiya, latte sendiri berasal dari bahasa Italia yang artinya susu. Sementara coffee latte ala Amerika merupakan kombinasi antara espresso dan susu. Hanya saja campuran susunya lebih dominan.

Jujur saja, saya bukan orang yang begitu akrab dengan kafe, jadi saya agak terkagum-kagum begitu secangkir coffee latte pesanan saya tiba. Di atas panasnya kopi berhias gambar daun yang berasal dari buih susu panas. “Cantik sekali,” begitu kata saya dalam hati.

Teknik Latte Art perlu tangan terampil
Latte art atau seni menghias kopi late, itulah nama keindahan yang tertuang dalam segelas coffee latte tadi. Sepertinya, karena begitu bagusnya, akan sangat disayangkan jika harus merusak hiasan itu dengan meminum kopinya.

Dari berbagai literatur yang saya baca, rupanya latte art sudah ada sejak 1000 tahun sebelum Masehi di Mesir. Kemudian berkembang pada masa cappuccino yang diperkenalkan oleh bangsa Romawi dan Yunani. Sekitar 20 sampai 25 tahun yang lalu, latte art kembali populer di Italia, yang selanjutnya menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia.

Aneka motif Latte Art berbentuk wajah hewan
Buih topping pada latte art berasal dari susu yang dipanaskan. Bentuk hiasan dari latte art sendiri bisa bermacam-macam, misalnya berbentuk daun, kelopak bunga, wajah manusia, pohon, hati, dan lain sebagainya. Umumnya, latte art dilakukan secara manual, langsung dari tangan si pembuat kopi.

Pun begitu, sekarang ini, sejalan dengan berkembangnya teknologi, latte art juga bisa dibuat dengan bantuan alat seperti printer.  Seni menghias kopi dengan printer ini juga tak kalah cantik, dan juga tetap bisa dinikmati karena tinta yang digunakan merupakan tinta yang bisa dimakan, ehm.. menarik bukan? 

Awalnya, latte art hanya berperan sebagai penghias kopi. Tapi kini, latte art juga dilakukan untuk memberikan rasa yang lebih nikmat dari secangkir kopi. Tapi dalam bayangan saya, untuk menguasai teknik latte art ini sepertinya bukan persoalan mudah. Bagaimana, apakah Anda juga ingin belajar teknik latte art? Atau cukup berperan sebagai penikmat kopi late yang berhias itu, seperti saya.
 
Gambar : www.blogspot.com, www.josdigital.com, www.flicker.com