Tampilkan postingan dengan label wisata jawa tengah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata jawa tengah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Januari 2012

10 Lokasi Arung Jeram di Indonesia

Arung jeram bukan sekadar cabang olahraga, namun sudah menjadi aktivitas wisata. Siapapun bisa berarung jeram, tak harus profesional yang berpengalaman. Anda yang pemula pun bisa berarung jeram.

Cukup mengenali kesulitan setiap sungai. Apalagi, di Indonesia memiliki banyak sungai dengan level kesulitan arung jeram yang berbeda-beda. Jika Anda pemula maupun penggemar arung jeram, coba pilih beberapa destinasi arung jeram di Indonesia berikut ini, seperti dikutip dari kompas.com.

1. Sungai Alas, Aceh Selatan. Mengarungi sungai ini bisa dimulai dari Muarasitulan di Kutacane sampai ke Gelombang. Selama pengarungan, hutan dan desa penduduk setempat yang masih tradisional akan menyambut Anda. Jika Anda sudah berpengalaman, dapat memilih rute lebih jauh, mulai dari Angusan di dekat Blangkejeran.

2. Sungai Asahan, Sumatera Utara. Sungai ini sangat menantang untuk arung jeram. Dengan kecepatan arus sungai mencapai 20 meter kubik per detik, serta masuk dalam grade 4- sampai 5+, membuat sungai ini sering dijadikan tempat pertandingan arung jeram tingkat internasional maupun nasional. Sungai Asahan disebut-sebut sebagai arung jeram terbaik ketiga di dunia, setelah Zambesi di Afrika dan Sungai Colorado di Amerika Serikat. Sungai yang diarungi sepanjang 22 kilometer mulai dari Desa Tangga.

3. Sungai Batang Tarusan, Sumatera Barat. Dimulai dari Desa Taratak yang jaraknya hanya 20 menit dari Jalan Lintas Padang-Painan. Ya, sungai ini terlihat dari Jalan Lintas Padang-Painan. Tingkat kesulitan di grade 2+ sampai 3 di saat musim kemarau. Uniknya, debit air cenderung stabil walaupun di musim kemarau. Namun di musim penghujan tingkat kesulitan mencapai grade 4+. Rute mulai dari Desa Taratak yang jaraknya hanya 20 menit dari Jalan Lintas Padang Painan. Waktu tempuh pengarungan 2 sampai 3 jam dengan karakter sungai di hulu yang sempit dan arus cepat. Serta memiliki jeram-jeram besar hingga dapat membuat perahu terbalik.

4. Sungai Manau, Jambi. Arung jeram di sini begitu menarik karena melintasi perbukitan dan lembah. Semakin seru karena medannya yang terjal dan berkelok. Dinding sungai bercelah sempit dan tebing jeram, membuat pengarungan semakin menarik.

5. Sungai Manna, Sumatera Selatan. Sungai Manna membelah dua provinsi, yaitu di bagian selatan Provinsi Bengkulu dengan hulunya di Sumatera Selatan. Selain itu, terdapat sejumlah anak sungai yang beberapa lokasinya memiliki arus deras dengan jeram besar. Lokasi yang sering dijadikan arung jeram adalah Desa Tanjung Sakti di Bukit Barisan. Tingkat kesulitan mencapai grade 4.

6. Sungai Citarik, Jawa Barat. Sungai ini berada di Taman Nasional Gunung Halimun. Arung jeram di Sungai Citarik begitu tenar, sampai-sampai menjadi destinasi favorit bagi pelancong yang mencari arung jeram di kawasan Pulau Jawa. Tingkat kesulitan cocok untuk pemula hingga profesional. Rute terpendek bisa ditempuh dengan pengarungan selama hanya satu jam.

7 Sungai Serayu, Jawa Tengah. Sungai Serayu berada di Wonosobo. Jika Anda berkunjung ke kawasan Dieng, sempatkan untuk berarung jeram di sungai ini. Lokasi memulai perarungan bisa dimulai dari jembatan di Desa Belimbing, Desa Tunggoro di Kabupaten Wonosobo, dan Desa Prigi di Kabupaten Banjarnegara. Tingkat kesulitan mulai dari kelas 2 hingga 4. Lokasinya pun strategis karena dekat dengan Jalan Wonosobo.

8. Sungai Ayung, Bali. Jika arung jeram di Bali, maka Sungai Ayung yang menjadi favorit. Sejak lama, Sungai Ayung dipadati wisatawan mancanegara untuk berarung jeram. Rute sejauh 12 kilometer dapat ditempuh selama 2 jam. Uniknya, saat pengarungan tak sekadar pepohonan yang akan Anda lihat, namun juga air terjun kecil dan ukiran sepanjang 200 meter karya para seniman Ubud.

9. Sungai Nimanga, Sulawesi Utara. Mencari arung jeram di Sulawesi Utara, maka Sungai Nimanga di Desa Timbukar, Kabupaten Minahasa menjadi favorit. Di sini terdapat dua air terjun yang ketinggiannya masing-masing 70 meter dan 90 meter. Rute pengarungan ditempuh selama 5 sampai 6 jam. Keunikan pengarungan adalah Anda bisa melihat satwa langka seperti Tarsius dan aneka jenis burung. Untuk mencapai lokasi ini dapat ditempuh selama 3 jam jalur darat dari Manado.

10. Sungai Sa’dan, Sulawesi Selatan. Sungai Sa’dan terletak di Tana Toraja dan memiliki panjang 182 kilometer. Tingkat kesulitan di grade 3 sampai 4. Anda perlu dua hari untuk mengarungi seluruh sungai ini. Namun tenang saja, Anda dapat menginap di tengah perjalanan di rumah panggung yang disebut dengan Lantang. Lantang terdapat di pinggir-pinggir sungai.

Sumber/Gambar : www.kompas.com, http://blogspot.com, http://wordpress.com

Senin, 26 Desember 2011

Wisata Alam di Dataran Tinggi Dieng

Kawasan wisata dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah
Penyuka wisata alam terbuka wajib berkunjung ke lokasi wisata dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah. Dataran yang juga tersohor dengan nama Dieng Plateu ini sebagian berada di bagian Kabupaten Wonosobo, dan bagian lainnya ikut dalam wilayah Kabupaten Banjarnegara.

Pusat wisata dataran tinggi Dieng mempunyai banyak objek wisata alam dan budaya yang menarik. Lokasi masing-masing objek wisata tadi juga saling berdekatan, sehingga memudahkan para turis yang berkunjung ke Dieng.

Berikut adalah beberapa objek wisata alam yang ada di kawasan wisata dataran tinggi Dieng.

Arung Jeram Sungai Serayu

Wisata arung jeram di Sungai Serayu
Penggemar olahraga air, terutama arung jeram akan ditantang untuk menaklukan derasnya arus Sungai Serayu sepanjang 12 km. Sungai Serayu dengan arus liarnya, dijamin akan membuat jantung para penyuka arung jeram berdetak cepat. Di sekitar lokasi arung jeram, juga tersedia pusat cindera mata dan oleh-oleh lainnya, khas Dieng terutama Sungai Serayu.

Kawah si Kidang

Lokasi ini merupakan salah satu lokasi wisata di Dieng yang cukup banyak menarik perhatian para turis. Di sini, para turis bisa melihat langsung kawah aktif, dengan semburan lava dan kepulan asap tebal dari dataran tinggi Dieng. Lubang kawah tampak jelas terlihat, dengan material air dan lava berwarna kelabu.  

Kawah si Kendang

Kawasan ini berada di tepi Telaga warna. Dan sayup-sayup, kawah ini bisa memunculkan suara seperti suara kendang atau gendang. Cukup unik dan menarik memang Kawah si Kendang ini. 

Objek Wisata Mrica

Bendungan Panglima Besar Soedirman di manfaatkan sebagai objek wisata air yang satu ini. Di sini, para turis bisa berkeliling atau juga memancing di waduk dengan menggunakan perahu. Sementara itu, di tep waduk, para turis bisa menikmati bermacam pertunjukan yang tersedia di panggung hiburan. Untuk pengunjung anak-anak, disediakan juga fasilitas arena bermain yang dilengkapi dengan kereta mini.

Argowisata Tambi

Hamparan kebun teh di kawasan Argowisata Tambi, Dieng
Terhampar luas di lereng Gunung Sindoro, dengan ketinggian antara 1200 sampai 1500 di atas permukaan laut. Di lokasi ini, para turis bisa menikmati segarnya udara Dieng, dengan kisaran suhu antara 15 – 24 derajat Celcius sembari memandang hijaunya perkebunan teh. Di lokasi ini juga terdapat fasilitas pariwisata yang cukup memadai, seperti penginapan, taman bermain, lapangan olahraga, dan kolam pemancingan.

Taman Margasatwa Serulingmas

Aneka satwa yang dilindungi bisa dilihat langsung di taman marga satwa ini. Kemudian juga, di taman rekreasi ini memiliki fasilitas kolam renang, panggung hiburan, dan arena bermain untuk anak-anak. 

Telaga Menjer

Telaga Menjer
Telaga ini merupakan telaga alam terluas yang ada di Kabupaten Wonosobo. Telaga ini memiliki luas tak kurang dari 70 hektar dan berada pada lokasi ketingging 1300 di atas permukaan laut. Telaga alam Menjer ini tepatnya berada di Desa Maron, sekitar 12 kilometer sebelah utara dari Wonosobo.

Tuk Bimolukar

Dalam bahasa Indonesia, ‘tuk’ bisa diartikan sebagai mata air. Dan kawasan wisata yang satu ini sendiri memang merupakan sebuah mata air dengan pancuran yang terbuat dari batu purba. 

Gambar : http://blogspot.com, http://tribunnews.com, http://wisatamelayu.com

Rabu, 03 Agustus 2011

Masjidnya Para Wali, Masjid Demak


Datangnya bulan Ramadhan ini membuat saya ingin menulis banyak hal tentang Islam. Kali ini pilihan saya bukan bicara tentang ibadah puasa, melainkan sebuah masjid dengan catatan sejarah yang sangat panjang. Masjid Demak, sebuah masjid yang dibangun atas cinta kasih para wali.

Kehadiran Islam di bumi nusantara tak bisa dipisahkan dari jasa besar para wali, yang dikenal walisongo. Salah satu rekam jejak keberadaan para wali tersebut adalah Masjid Demak, yang dibangun pada masa Kesultanan Demak di bawah pemerintahan Raden Patah sekitar tahun 1477.  

Masjid Demak yang memiliki ukuran 31 meter x 31 meter serta serambi ukuran 31 meter x 15 meter itu merupakan bangunan limas dengan keunikan tersendiri. Masjid Demak disokong oleh 4 pilar atau tiang utama yang dibuat khusus oleh empat orang wali.

Untuk tiang penyangga sebelah tenggara dibuat oleh Sunan Ampel, tiang barat daya dibuat oleh Sunan Gunung Jati, kemudian tiang sebelah barat laut dibuat oleh Sunan Bonang, dan tiang terakhir yang berada di sebelah timur laut dibuat oleh Sunan Kalijaga. Tiang buatan Sunan Kalijaga ini juga menjadi tiang terunik karena dibuat dari tatal atau serpihan kayu yang disatukan.


Masjid Demak mengalami pengembangan pada bagian serambi pada tahun 1520, pada masa kesultanan Patiunus. Pada bagian serambi ini terdapat tambahan tiang sebanyak delapan buah. Sementara itu, keunikan lain dari Masjid Demak ini adalah adanya gambar bulus pada mihrab masjid, gambar bulus sendiri sering dijumpai pada candi-candi Hindu. Konon, mihrab bergambar bulus di Masjid Demak ini diambil dari salah satu pintu di Keraton Majapahit.

Melihat dari usianya, Masjid Demak ini juga menjadi salah satu masjid tertua yang ada di tanah air. Dahulu, masjid yang berlokasi di Desa Kauman, Kabupaten Demak, Jawa Tengah ini diyakini sebagai tempat berkumpulnya para wali. Di dalam lokasi komplek Masjid Demak sendiri juga terdapat beberapa makam raja-raja Kesultanan Demak dan keluarganya. Di sekitar masjid juga ada sebuah museum yang menyimpan berbagai riwayat dan kenangan tentang Masjid Demak.

Gambar: google