Tampilkan postingan dengan label sunan kalijaga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sunan kalijaga. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Oktober 2011

Api SEA Games XXVI dari Mrapen

Logo SEA Games XXVI Indonesia
Sebentar lagi perhelatan olahraga terbesar milik masyarakat Asia Tenggara yakni SEA Games edisi ke-26 akan digelar. Untuk tahun ini, Indonesia berkesempatan menjadi tuan rumah. SEA Games ke-26 ini akan diadakan pada 11 hingga 22 November mendatang, dan sebagai kota penyelenggara dipilih Palembang, Sumatera Selatan dan Jakarta.

Satu hal yang menarik perhatian saya adalah api yang digunakan sebagai penyala obor SEA Games kali ini. Sejauh informasi yang saya temui, api untuk SEA Games Indonesia 2011 bersumber dari api abadi Mrapen, Jawa Tengah.

Api untuk SEA Games kali ini sendiri sudah diambil dari Mrapen pada Minggu, 23 Oktober lalu. Saat ini api sedang dibawa menuju ke Palembang oleh sejumlah atlet atau mantan atlet. Api ini juga akan diarak ke sejumlah kota yang dilintasi selama perjalanan, dengan tujuan mengobarkan semangat masyarakat Indonesia guna memberi dukungan kepada para atlet yang akan berlaga di SEA Games supaya bisa menorehkan prestasi yang membanggakan.

Api SEA Games XXVI dibawa menuju Palembang
Mengenai kisah api abadi Mrapen bisa saya tuliskan bahwa Mrapen dan api abadinya dikenal sebagai salah satu keajaiban alam. Sumber api abadi Mrapen berada di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Konon, api abadi Mrapen ini ditemukan oleh Sunan Kalijaga dalam perjalanannya dari Majapahit kembali ke Kerajaan Demak. Ketika itu, para prajuritnya sudah merasa letih karena telah menempuh perjalanan yang jauh.

Dan di kawasan Mrapen, Sunan Kalijaga pun mengistirahatkan pasukannya, dan mulai mencari air. Tapi, di sekitar lokasi itu sulit menemukan air. Sunan Kalijaga pun menancapkan tongkatnya ke tanah dan berdoa kepada Tuhan, tak lama tongkat pun dicabut tapi yang keluar bukannya air seperti yang diharapkan melainkan api abadi Mrapen.

Kemudian, Sunan Kalijaga mengulangi lagi doanya, dan kembali menancapkan tongkatnya tak jauh dari lokasi api abadi, barulah keluar air yang sangat jernih yang kini dikenal dengan nama Sendang Dudo.

Api abadi Mrapen sudah sangat akrab dengan dunia olahraga. Sebelumnya, api abadi Mrapen pernah juga dipakai untuk menyulut obor sejumlah pesta olahraga seperti Ganefo, PON, dan Asian Beach Games 2010.

Api abadi Mrapen dimaknai sebagai pengobar semangat untuk berjuang dan berprestasi. Saya sendiri berharap yang terbaik untuk tim Indonesia pada perhelatan Sea Games 2011 ini. Dan sudah pasti, Indonesia menjadi juara adalah harapan kita semua.

Nah, buat yang aktif di internet, terutama facebook, bisa mendukung tim Indonesia pada SEA Games 2011 ini dengan bergabung pada grup atau fan page pendukung tim Indonesia. Di facebook sendiri sudah banyak kok grup-grup atau fan page pendukung Indonesia. Satu page yang saya temui adalah SEA Games XXVI, INDONESIA JUARA, cukup “like” untuk bergabung dengan grup ini. Ayo dukung Indonesia!

Rabu, 03 Agustus 2011

Masjidnya Para Wali, Masjid Demak


Datangnya bulan Ramadhan ini membuat saya ingin menulis banyak hal tentang Islam. Kali ini pilihan saya bukan bicara tentang ibadah puasa, melainkan sebuah masjid dengan catatan sejarah yang sangat panjang. Masjid Demak, sebuah masjid yang dibangun atas cinta kasih para wali.

Kehadiran Islam di bumi nusantara tak bisa dipisahkan dari jasa besar para wali, yang dikenal walisongo. Salah satu rekam jejak keberadaan para wali tersebut adalah Masjid Demak, yang dibangun pada masa Kesultanan Demak di bawah pemerintahan Raden Patah sekitar tahun 1477.  

Masjid Demak yang memiliki ukuran 31 meter x 31 meter serta serambi ukuran 31 meter x 15 meter itu merupakan bangunan limas dengan keunikan tersendiri. Masjid Demak disokong oleh 4 pilar atau tiang utama yang dibuat khusus oleh empat orang wali.

Untuk tiang penyangga sebelah tenggara dibuat oleh Sunan Ampel, tiang barat daya dibuat oleh Sunan Gunung Jati, kemudian tiang sebelah barat laut dibuat oleh Sunan Bonang, dan tiang terakhir yang berada di sebelah timur laut dibuat oleh Sunan Kalijaga. Tiang buatan Sunan Kalijaga ini juga menjadi tiang terunik karena dibuat dari tatal atau serpihan kayu yang disatukan.


Masjid Demak mengalami pengembangan pada bagian serambi pada tahun 1520, pada masa kesultanan Patiunus. Pada bagian serambi ini terdapat tambahan tiang sebanyak delapan buah. Sementara itu, keunikan lain dari Masjid Demak ini adalah adanya gambar bulus pada mihrab masjid, gambar bulus sendiri sering dijumpai pada candi-candi Hindu. Konon, mihrab bergambar bulus di Masjid Demak ini diambil dari salah satu pintu di Keraton Majapahit.

Melihat dari usianya, Masjid Demak ini juga menjadi salah satu masjid tertua yang ada di tanah air. Dahulu, masjid yang berlokasi di Desa Kauman, Kabupaten Demak, Jawa Tengah ini diyakini sebagai tempat berkumpulnya para wali. Di dalam lokasi komplek Masjid Demak sendiri juga terdapat beberapa makam raja-raja Kesultanan Demak dan keluarganya. Di sekitar masjid juga ada sebuah museum yang menyimpan berbagai riwayat dan kenangan tentang Masjid Demak.

Gambar: google