Tampilkan postingan dengan label wisata kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata kuliner. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Januari 2012

Sedapnya Gurame Goreng Saus Buah


Teman-teman pernah singgah ke kawasan Serpong, Tangerang Selatan? Atau barangkali pernah juga menjelajahi wisata kuliner di sana? Belum lama ini saya sempat berkunjung ke salah satu rumah makan yang ada di sana, namanya Bukit Pelayangan. Restoran ini cukup unik menurut saya, karena menyajikan hidangan tradisional yang dipadukan dengan menu modern. Soal rasa, cukup menggoyang lidah dengan kelezatannya.

Restoran ini juga punya view yang oke punya. Pemandangan perbukitan yang hijau sepertinya mampu mengusir kepenatan aktivitas kita yang cukup padat. Selain itu, deretan pepohonan yang rimbun juga semakin membuat asri pusat kuliner yang satu ini.

Suasan makan di Bukit Pelayangan
Beranjak ke menu, restoran yang mempunyai moto good view, good food ini menawarkan beberapa menu andalan. Salah satu menu andalan resto ini adalah Ikan Steam Pelayangan. Kelembutan daging dan aroma ikan kerapu yang diberi bumbu saus kental daging dan bumbu-bumbu rahasia lainnya, tentu akan membuat lidah bergoyang ketika menikmati kelezatan rasanya.

Menu lain yang juga menjadi andalan Bupe Resto adalah ayam goreng pelayangan. Rasa pedas yang muncul dari irisan cabai hijau pada daging ayam goreng, akan sangat memanjakan lidah. Oiya, menu ini punya nama lain ayam goreng cabai hijau.

Selain dua menu di atas, untuk menarik minat pengunjung agar tidak bosan dengan masakan yang sudah biasa, ikan gurame itu diberi kreasi, misalnya disiram dengan bumbu buah-buahan. Di restoran ini, menu gurame yang bermandikan buah-buahan akan menjadi pilihan pengunjung yang ingin menikmati sensasi lain makan gurame.

Menu gurame goreng dengan saus buah
Bupe menghadirkan gurame goreng saus buah anggur dan stawberri. Rasanya ada asam dan manis. Ikan guramenya digoreng hingga kering dan krispi. Bisa disantap sampai ke bagian kepala. Selanjutnya, gurame ini disiram dengan saus buah anggur yang terbuat dari adonan saus racikan sendiri berwarna oranye tua yang dimasak bersama dengan potongan buah anggur merah dan hijau. 

Sementara itu, untuk minuman tak ada salahnya bila teman-teman mencoba segarnya wedang jahe pelayangan. Minuman dengan dominasi rasa jahe dan gula ini tentunya akan semakin membuat tubuh hangat dan sehat.

Bagaimana, jadi laparkan? Selamat makan.

Senin, 19 Desember 2011

Ini Dia, Steak Termahal di dunia

Salah satu makanan terpopuler di dunia, steak
Steak nggak diragukan lagi memang salah satu makanan terfavorit yang ada di dunia. Ayo ngaku juga deh sering kan kantong kita kebobolan gara-gara hobi banget makan steak. Steak memang nggak murah apalagi jika dagingnya kualitas impor. Tetapi itu belum seberapa lho, ada steak termahal di dunia yang terbuat dari wagyu beef.

Selama ini industri daging sapi di Jepang berhasil menciptakan yang namanya wagyu beef yaitu daging kualitas tinggi yang akan menghasilkan steak super enak. Saat ini sapi wagyu diternakkan tak hanya di Jepang namun juga di luar negeri Matahari Terbit itu. Sapi wagyu yang diternakkan di Kobe merupakan jenis yang paling elit.

Di sini sapi-sapi itu diternakkan melalui metode paling tradisional. Sapi Kobe berasal dari sapi yang hanya dicekoki bir dan dibuat rileks dengan hand massage. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan daging yang empuk dan tesktur marbling sempurna. Tentunya hal ini akan berdampak pada harganya yang mahal, di resto daerah Beverlly Hills harganya 8 ons wagyu steak bisa mencapai 160 dollar.

Sementara itu di Kobe sendiri, kota tempat wagyu beef ini berasal di Renga-tei sepotong wagyu steak yang disajikan dengan salad dipatok dengan harga 206 dollar atau sekitar 24,000 yen. Ini menunjukkan bahwa sebenarnya harganya yang mahal dikarenakan perawatan sapi wagyu itu sendiri.

Steak, selalu lezat untuk disantap
Mengingat hal ini permintaan akan wagyu beef makin meningkat baik di Jepang maupun belahan bumi lainnya. Perusahaan Amerika seperti Snake River Farms di Idaho juga mengembangkan teknik ternak sapi seperti di Kobe dengan proses yang sama dan harganya pun juga tak jauh beda.

Nah untuk steak mahal ala Amerika ini mahalnya bukan dikarenakan proses budidayanya melainkan proses pengolahan dagingnya yang akan sangat mempengaruhi tekstur dan rasa steak. Ini juga mengurangi lemak-lemak tak berguna yang ada di daging sapi tersebut.

Namun rekor termahal wagyu beef nampaknya masih dipegang oleh Craftsteak di New York. Bayangkan saja satu menu komplit wagyu rib dihargai sekitar 2,800 dollar untuk private party. Kalau melihat harganya yang selangit mending ternak sapi wagyu sendiri aja ya!

Sumber/gambar : www.lapar.com, http://www.worldsmostunique.com

Selasa, 25 Oktober 2011

Nasi Megono, Menu Khas Kota Batik

Nasi megono, nasi dan urap nangka
Kota Pekalongan, Jawa Tengah dikenal sebagai kota batik. Kebanyakan orang pun tahu, kalau mau cari batik yang bagus ya Pekalongan tempatnya. Pun begitu, ada juga kota-kota lain yang juga memproduksi batik berkualitas, misalnya Solo dan Jogja.

Keluarga ibu saya berasal dari Pekalongan. Bisnis batik Pekalongan bukan menjadi hal yang baru bagi saya. Maklum saja, ibu saya juga punya usaha batik Pekalongan yang dikembangkan di Jakarta. Dan sesekali, saya juga turut membantu untuk berbelanja batik di Pekalongan.

Kali ini saya tidak akan bercerita tentang batik, melainkan bercerita tentang salah satu salah satu makanan khas Pekalongan, yakni nasi megana atau sego megono dalam pelafalan bahasa Jawa. Nasi megono ini sangat populer di Pekalongan, kalau di Jakarta bisa diibaratkan sebagai nasi uduk Betawi yang kondang itu.  

Nasi megono juga biasa disajikan bersama gulai kambing
Nasi megono merupakan nasi putih yang dicampurkan dengan urap nangka. Cara memasaknya adalah dengan dikukus. Potongan kecil buah nangka bertabur parutan kelapan akan tersaji sedap di atas piring. Di kota asalnya, nasi megono biasa disajikan sebagai menu sarapan. Dan pasangan idealnya sebagai lauk adalah tahu tempe atau ayam goreng.

Di Pekalongan sendiri sangat mudah menemukan nasi megana. Setiap warung makan pasti menyediakan menu makanan ini. Dan beberapa di antara pedagang itu masih ada yang menyajikan nasi megono dengan gaya tradisional, yakni dihidangkan di atas pincuk daun pisang, ehm.. lezatnya.

Sesekali, sebagai pengobat rindu akan kampung halaman, ibu saya suka membuat sendiri nasi megono. Ditambahkan dengan emping si keripik melinjo, nasi megono buatan ibu saya itu sangat nikmat apalagi disantap ketika hangat.

Nah, kalau di antara teman-teman nanti ada yang berkunjung ke Pekalongan, jangan lupa beli batik sebagai oleh-oleh dan juga cicipi sedapnya nasi megono.
 
Gambar : www.blogspot.com, www.multiply.com

Selasa, 18 Oktober 2011

Lezatnya Kuliner Khas Cirebon

Stasiun KA Cirebon
Dengan menggunakan kereta api, selama kurang lebih sekitar 4 jam dari Jakarta saya sudah sampai di stasiun KA Cirebon. Perjalanan saya kali ini kebetulan untuk urusan kantor, jadi tak banyak tempat yang saya singgahi untuk urusan jalan-jalan.

Meski tak sempat, plesir di Kota Udang ini, saya masih menyimpang kesenangan karena sukses mencicipi sajian kuliner khas Cirebon yang uenaak tenan, apalagi kalau bukan nasi jamblang dan empal gentong plus empal asem.

Nasi jamblang berbungkus daun jati
Oiya.. nasi jamblang itu merupakan nasi yang biasa dimakan untuk sarapan. Biasanya dibungkus dengan daun jati. Konon, nasi jamblang ini sudah mulai dikenal banyak orang sejak tahun 1930. Lauk-pauk yang menemani nasi jamblang juga beraneka macam. Mulai dari tempe dan tahu goreng atau bacem, kemudian ada ikan, daging, serta sate telur. Ehm, kebayang kan enaknya. Harganya juga cukup murah, satu daun nasi jamblang Cuma Rp 5 ribuan, ditambah dengan lauk pauknya, antara Rp 1000 sampai Rp 5000-an, tergantung lauk yang kita ambil.

Di Cirebon sendiri, kalau mau menikmati nasi jamblang banyak tempat atau rumah makan yang bisa dijadikan sasaran. Tapi kebetulan, kemarin saya mampir ke warung makan di daerah Jl. Ciptomangunkusumo. Warung-warung makan penjaja nasi jamblang umumnya buka pada pagi hari, mulai sekitar pukul 6 pagi sampai dagangan habis.

Empal gentong berkuah santan
Siang harinya, tak ketinggalan saya coba menu empal gentong dan empal asem. Buat yang punya masalah dengan kolesterol, saran saya sebaiknya hindari makanan ini. Sebab, makanan berkuah ini berisi jeroan atau daging sapi. Empal gentong sendiri biasanya dihidangkan bersama dengan lontong dan kerupuk kulit. Yang membedakan antara empal gentong dan empal asem adalah kuahnya, empal gentong menggunakan santan sedangkan empal asem tidak dan ditambahkan sedikit perasan belimbing wuluh yang asem, rasanya dijamin segerr.

Menikmati empal gentong dan empal asem bisa menuju ke daerah Krucuk dan Plered. Di kedua daerah itu, empal gentong dan empal asemnya tersehor karena rasanya yang enak dan lezat.

Ada tahu dan tauge di nasi lengko
Perjalanan wisata kuliner saya di Cirebon juga masih menyisakan cerita lezat lainnya, seperti pertemuan saya dengan nasi lengko dan sate kambing Cirebon yang bikin perut kenyang. Kemudian ada juga “pesta seafood” alias bertemu dengan banyak pedagang makanan seafood kaki lima di alun-alun Cirebon pada malam harinya.

Kuliner Cirebon memang gak ada duanya. Semua makanannya enak dan lezat. Kalau di antara teman-teman ada yang berkunjung ke Cirebon suatu saat nanti, jangan lupa untuk mencicipi makanan-makanan khas Cirebon yang saya sebutkan tadi. Selamat makan.   
 
Gambar : www.blogspot.com