Tampilkan postingan dengan label film Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label film Indonesia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Februari 2012

Keumala, Film Baru Indonesia

Keumala merupakan film drama Indonesia yang akan dirilis awal Maret mendatang. Film ini disutradarai oleh Andhy Pulung serta dibintangi oleh Nadia Vega dan Abimana Arya. Bagi sebagian orang, senja adalah salah satu momen terindah dalam sebuah hari. Seperti yang dikisahkan dalam film ini, tentang senja dan perjalanan hidup.

Keumala adalah sebuah film drama romantis yang dibintangi oleh artis-artis ternama Indonesia. Melalui film ini, sang sutradara bercerita tentang betapa besarnya kekuatan cinta antara dua insan yang saling menyayangi. Kisah-kasih mereka ini bersettingkan indahnya kota Sabang.

Sinopsis film Keumala

Senja, momen alam yang paling indah. Setidaknya itu menurut Langit, sang fotografer. Awalnya senja cuma pelarian atas kekecewaannya terhadap masa lalunya Pelarian yang justru mengajarkannya banyak makna kehidupan. Jadilah ia mengadakan pameran foto bertema langit senja di sebuah kapal.

Siapa sangka, di kapal ia justru terlibat perdebatan menyebalkan yang mengusik lagi soal idealismenya sebagai fotografer dengan seorang penulis dan pembuat sketsa yang cantik tapi kepala batu bernama Keumala.

Perdebatan-perdebatan ini justru membuat mereka semakin menuding sekaligus dekat dan saling memahami. Dan mungkin manjadi 'rasa'. Di kapal juga, dua manusia yang terbawa romantisme senja di kapal ini berkenalan dengan anak perempuan usil yang cerdas sekaligus optimis soal mimpinya menunggu ibu yang belum juga ditemukan paska tsunami Aceh.

Di Sabang, Keumala justru dibenturkan lagi oleh pertanyaan-pertanyaan tentang cinta. Setelah ia mengetahui ia justru divonis menderita retinitis pigmentosa, sebuah penyakit menurun yang bisa berujung pada kebutaan.

Keumala semakin membutuhkan jawaban apakah ia dicintai Langit? Sanggupkah ia menghasilkan karya jika ia buta? Apakah senja terindah itu berhasil ditemukan oleh Langit? Dapatkah semua pertanyaan-pertanyaan itu terjawab dengan cerita indah? Film Keumala hadir, mungkin tidak untuk menjawab semua pertanyaan tentang hidup. Tapi bisa jadi mengingatkan kita tentang nilai kesyukuran dan pentingnya tetap menjaga harapan

Gambar : http://www.21cineplex.com,

Senin, 14 November 2011

23:59 …Film Horor Kuntilanak Singapura



Film horor Indonesia yang mempopulerkan hantu-hantu lokal masih memiliki penggemarnya sendiri. Salah satu film horor Indonesia yang cukup populer barangkali adalah trilogi Kuntilanak arahan sutradara Rizal Mantovani. Pun begitu, rupanya sosok hantu ‘kuntilanak’ tidak cuma ngetop di Indonesia saja, hantu wanita ini juga dikenal di sejumlah negara Asia lainnya.

Dari Singapura, sosok hantu kuntilanak ditampilkan dalam sebuah film horor terbaru yang berjudul “23:59. Pada film yang dirilis 3 November lalu ini, sosok hantu wanita yang menyeramkan itu, dipanggil juga dengan sebutan kuntilanak.

Film 23:59 bercerita tentang sebuah kepercayaan yang telah menyebar di antara para tentara yang bertugas di sebuah pulau terpencil mengenai sosok hantu wanita. Konon, hantu wanita ini selalu datang setiap pukul 23:59. 



Salah satu tentara yang sangat mempercayai hal ini bernama Tan. Ia sangat yakin bahwa ia akan menjadi korban selanjutnya dari hantu Kuntilanak ini. Ternyata keyakinan Tan itu terbukti, beberapa hari kemudian mayatnya ditemukan tewas di sungai dengan luka diwajah yang mengerikan.

Teman-teman tentaranya yang lain yang merasa bersalah karena tidak mempercayai Tan kemudian mencoba menyelidiki misteri di balik kematian Tan ini. Dihantui oleh sosok hantu yang sama, Mereka kemudian menemukan rahasia gelap yang mengerikan di balik misteri hantu di hutan tersebut yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

Film ini diproduksi oleh Gorylah Pictures, Rumah Produksi yang juga mendistribusikan film Indonesia ‘Rumah Dara’ di Singapura.



Jumat, 23 September 2011

Film Mati Muda Dipelukan Janda, Perang Cinta 2 Janda untuk 1 Pemuda

Poster film Mati Muda Dipelukan Janda
Cinta sejati tak pernah memandang status sosial maupun latar belakang lainnya. Yang ada hanyalah murni hubungan kasih sayang antara dua insan yang ingin saling mengisi dalam hidupnya. Seperti yang dikisahkan oleh film yang satu ini, Mati Muda Dipelukan Janda, dimana ada seorang pemuda yang benar-benar jatuh cinta kepada wanita yang menyandang status janda.

Film yang mulai dirilis di bioskop pada 22 September ini mengangkat cerita tentang kehidupan umum di masyarakat, khususnya perempuan dengan status janda.

Film bergenre drama ini tidak hanya mengisahkan persaingan dua janda dalam mendapatkan seorang pemuda. Film ini juga menyoroti sekelumit permasalahan sosial yang lazim terjadi di masyarakat, mulai dari kehidupan kaum transgender, sepak terjang pekerja sipil, hingga tragedi perisahan antara anak dan orangtua.

Dalam Mati Muda Dipelukan Janda, tersebutlah seorang pemuda bernama Rahmat yang diperankan oleh Ihsan Tarore, yang bergabung dengan satuan polisi pamong praja demi sebuah seragam. Tujuan Rahmat ini sebenarnya untuk mendapatkan simpati Ratih (Ayu Pratiwi), seorang janda muda yang ditinggal mati suaminya.

Pada babak awal, hubungan Rahmat dan Ratih berjalan normal, hingga munculah sosok Sari yang diperankan oleh Shinta Bachir, janda pemilik warung nasi yang juga jatuh hati kepada Rahmat. Sari yang “gesit” itu rupanya tak menyukai kedekatan Ratih dengan Rahmat. Selanjutnya, munculah sejumlah konflik di antara ketiga tokoh tadi.

Ihsan Tarore sebagai Rahmat
Ayu Pratiwi sebagai Ratih
Shinta Bachir sebagai Sari
   Gambar: google