Tampilkan postingan dengan label film drama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label film drama. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Maret 2012

Synopsis Film Mirror Mirror, Kisah Sang Putri Salju

Tidak ingin Pangeran Andrew Alcott (Armie Hammer) terpikat pada kecantikan dan kebaikan Snow White (Lily Collins). Jika itu terjadi, musnah sudah harapan Ratu Clementianna (Julia Roberts) untuk bisa menjadi penguasa di negeri makmur itu. Segala cara ia lakukan untuk memastikan kekuasaan tak jatuh ke tangan Snow White, sang pewaris tahta.

Di luar sepengetahuan sang raja, Clementianna pun merancang sebuah skenario untuk mengenyahkan Snow White dari kerajaan. Konon, di dalam hutan belantara ada makhluk ganas yang tak pernah membiarkan manusia berkeliaran di sana. Ini adalah tempat yang paling ideal untuk membuang Snow White. Tak mungkin gadis cantik yang lemah lembut ini bisa selamat dari makhluk ganas penunggu hutan itu.

Celakanya, ada hal yang tak diperhitungkan oleh sang ratu jahat. Snow White yang seharusnya dimangsa binatang buas justru malah diselamatkan oleh sekelompok perampok. Dari kawanan perampok ini Snow White belajar melindungi diri sendiri. Dalam waktu singkat, putri cantik yang lemah lembut ini berubah menjadi wanita tangguh yang tak mau begitu saja menerima kekalahan. Saat pembalasan telah tiba, apakah keselamatan Clementianna yang berada di ujung tanduk?


Produser : Bernie Goldmann, Ryan Kavanaugh, Brett Ratner
Produksi : RELATIVITY MEDIA
Sutradara : Tarsem Singh
Homepage : mirrormirrorfilm.com/#/home

Sumber/Gambar : http://www.21cineplex.com, http://ia.media-imdb.com,

Selasa, 04 Oktober 2011

Film Dolphin Tale, Kisah Nyata Lumba-lumba yang Terluka


Film animasi The Lion King 3D yang sebelumnya bertengger di puncak box office harus merelakan tempatnya diduduki oleh sebuah film drama keluarga yang berjudul Dolphin Tale, sebuah film yang bercerita tentang seekor lumba-lumba yang terluka, yang harus dirawat dan direhabilitasi sekaligus mendapat ekor prostetik atau ekor buatan.

Dolphin Tale dirilis pada 23 September lalu. Film yang juga hadir dalam format 3D ini disutradarai oleh Charles Martin Smith dan didistribusikan oleh Warner Bros Pictures. Informasi lengkap tentang film Dolphin Tale ini juga bisa diakses langsung di situsnya, yakni www.dolphintalemovie.warnerbros.com.


Film ini mengisahkan perjuangan Winter, seekor lumba-lumba yang harus kehilangan ekornya karena terkena perangkap. Winter berhasil ditolong, tapi sayangnya ia tak bisa berenang lagi karena tak ada ekor. Singkatnya, sejak saat itu kebebasan Winter sebagai ikan yang hidup bebas di laut sudah musnah.

Orang-orang yang menyelamatkan Winter dari perangkap tadi pun mulai iba kepada Winter. Mereka mengupayakan agar Winter bisa berenang kembali. Tokoh Sawyer yang diperankan oleh Nathan Gamble, yang menemukan Winter terluka terus berjuang membantu Winter.


Dr. McCarthy yang dimainkan oleh Morgan Freeman merupakan seorang ahli prostetik. Ia juga turut berjuang membantu Winter dengan membuatkan ekor buatan untuk si lumba-lumba itu. Proses pembuatan ekor palsu ini bukanlah hal yang mudah, mengingat membuat ekor buatan yang bisa berfungsi selayaknya ekor sungguhan belum pernah dilakukan.

Film yang juga dibintangi oleh Harry Connick Jr., Cozi Zuehlsdorff, Ashley Judd, dan Juliana Harkavy ini bisa jadi tontonan yang menarik untuk disaksikan bersama keluarga. Banyak pelajaran berharga yang menginpirasi, yang dapat kita petik. Oiya.. film ini kabarnya juga diangkat dari kisah nyata. Selamat menonton.


  Gambar : www.imdb.com

Jumat, 23 September 2011

Film Mati Muda Dipelukan Janda, Perang Cinta 2 Janda untuk 1 Pemuda

Poster film Mati Muda Dipelukan Janda
Cinta sejati tak pernah memandang status sosial maupun latar belakang lainnya. Yang ada hanyalah murni hubungan kasih sayang antara dua insan yang ingin saling mengisi dalam hidupnya. Seperti yang dikisahkan oleh film yang satu ini, Mati Muda Dipelukan Janda, dimana ada seorang pemuda yang benar-benar jatuh cinta kepada wanita yang menyandang status janda.

Film yang mulai dirilis di bioskop pada 22 September ini mengangkat cerita tentang kehidupan umum di masyarakat, khususnya perempuan dengan status janda.

Film bergenre drama ini tidak hanya mengisahkan persaingan dua janda dalam mendapatkan seorang pemuda. Film ini juga menyoroti sekelumit permasalahan sosial yang lazim terjadi di masyarakat, mulai dari kehidupan kaum transgender, sepak terjang pekerja sipil, hingga tragedi perisahan antara anak dan orangtua.

Dalam Mati Muda Dipelukan Janda, tersebutlah seorang pemuda bernama Rahmat yang diperankan oleh Ihsan Tarore, yang bergabung dengan satuan polisi pamong praja demi sebuah seragam. Tujuan Rahmat ini sebenarnya untuk mendapatkan simpati Ratih (Ayu Pratiwi), seorang janda muda yang ditinggal mati suaminya.

Pada babak awal, hubungan Rahmat dan Ratih berjalan normal, hingga munculah sosok Sari yang diperankan oleh Shinta Bachir, janda pemilik warung nasi yang juga jatuh hati kepada Rahmat. Sari yang “gesit” itu rupanya tak menyukai kedekatan Ratih dengan Rahmat. Selanjutnya, munculah sejumlah konflik di antara ketiga tokoh tadi.

Ihsan Tarore sebagai Rahmat
Ayu Pratiwi sebagai Ratih
Shinta Bachir sebagai Sari
   Gambar: google

Kamis, 08 September 2011

The Help, Kisah Persahabatan Beda Warna


Penikmat film drama akan terhibur dengan adanya The Help, sebuah film yang bercerita tentang suatu hal yang abadi dan universal, yakni kemampuan untuk membuat perubahan. Ketika saya menuliskan artikel ini, The Help tengah memuncaki tangga film teratas di box office Hollywood, USA. 

The Help yang dirilis pertama kali pada 10 Agustus lalu ini disutradarai oleh Tate Taylor. Sejumlah artis papan atas Hollywood seperti Emma Stone, Viola Davis, Bryce Dallas Howard, dan Jessica Chastain beradu acting di film berdurasi 137 menit ini.

Kisah pada film The Help diadaptasi dari sebuah buku terlaris dan menduduki peringkat satu New York Times yang cukup fenomenal. Kisahnya menuturkan tentang persahabatan antara seorang kulit putih dengan dua pembantu rumah tangga berkulit hitam.

Film yang menampilkan Mississippi pada tahun 1960-an sebagai latar belakangnya ini dibintangi oleh Emma Stone yang berperan sebagai Eugenia Phlelan, atau yang biasa juga disapa sebagai Skeeter. Eugenia bercita-cita menjadi penulis setelah kuliahnya selesai. 

Mulanya, Eugenia mengakrabi pembantu rumah tangga kulit hitam bernama Aibileen Clark yang diperankan oleh Viola Davis dan Minny (oleh Octavia Spencer) untuk kepentingan tulisannya. Tapi, seiring waktu, mereka bertiga menjadi teman karib, walau berbeda ras. Di Amerika sendiri, pada masa seting film ini, perbedaan rasa masih menjadi isu yang sangat sensitif. 

Gambar/video : google, youtube