Selasa, 08 November 2011

Konsumsi Minuman Isotonik Secukupnya

Air, penting untuk tubuh
Ketika kita beraktivitas, apalagi yang kegiatannya lumayan berat semisal berolahraga, biasanya tubuh akan mengeluarkan banyak keringat. Secara tidak langsung tubuh kita sudah mengeluarkan cairan. Dan apabila cairan tubuh ini tidak segera digantikan, akibatnya bisa kurang baik untuk tubuh. 

Yang sering kita lakukan juga adalah meminum air putih selepas berolahraga. Pun begitu rupanya air putih tidak bisa dengan segera menggantikan cairan tubuh yang keluar tadi. Lain halnya dengan minuman isotonik, minuman ini bisa dengan cepat menggantikan cairan tubuh yang hilang.

Oiya, cairan tubuh sendiri bisa kita artikan sebagai cairan sel yang memiliki fungsi tertentu untuk membantu kelancaran sistem metabolisme tubuh. Dalam satu hari, tubuh manusia rata-rata membutuhkan cairan sebanyak 11 liter.

Tubuh bisa merespon dengan cepat apabila kekurangan cairan. Yang kita kenal adalah istilah dehidrasi, tubuh menjadi lemas dan selalu merasa haus. Salah satu cara untuk menambah jumlah cairan tubuh yang kurang sekaligus menggantikan yang hilang adalah dengan mengonsumsi minuman isotonik tadi.

Minuman isotonik dalam kemasan, banyak beredar di pasaran
Kalau kita menyimak tayangan iklan di televisi atau media massa lainnya, akan banyak sekali produk minuman isotonik. Begitu juga untuk pemasarannya, minuman isotonik sangat mudah didapat, bisa ditemukan di banyak tempat mulai dari supermarket, minimarket, toko kelontong, sampai pedagang asongan.

Sebenarnya, apa sih minuman isotonik itu? Sederhananya minuman ini adalah air yang dicampur garam. Jadi jangan heran kalau rasanya sedikit asin. Menurut para ahli yang melakukan riset tentang minuman isotonik ini, disebutkan jika garam atau NaCl yang dilarutkan bersama air akan menghasilkan ion, ion Na, dan ion Cl. 

Beda antara air putih biasa dengan minuman isotonik  adalah kandungan zat yang ada di dalamnya. Dalam minuman isotonik umumnya terdapat zat-zat yang bisa menggantika atau menambah cairan tubuh dengan cepat seperti natrium, magnesium, kalsium, dan karbohidrat.

Pun begitu, alih-alih untuk mempercepat penggantian cairan tubuh yang hilang, minuman isotonik rupanya juga menyimpan bahaya. Bahayanya adalah apabila kita meminum minuman isotonik ini secara berlebihan dan di saat ketika tubuh tidak benar-benar membutuhkannya. 

Minuman isotonik cepat menggantikan cairan tubuh yang hilang
Mengapa minuman isotonik ini bisa berbahaya? Jawabannya adalah karena kandungan garam dalam minuman ini bisa menyebabkan munculnya penyakit darah tinggi manakala dikonsumsi berlebihan. Singkatnya, tubuh akan kemasukan garam yang tidak dibutuhkan sehingga menumpuk.

Waktu terbaik bagi kita untuk mengonsumsi minuman isotonik adalah di saat tubuh benar-benar membutuhkannya. Contohnya, setelah berolahraga akan cukup baik untuk mengonsumsi minuman isotonik. 

Satu hal juga yang perlu dicermati, minuman isotonik yang kita kenal dan juga beredar di pasaran adalah minuman yang diproduksi secara massal. Makanya, penggunaan bahan pengawet juga tak bisa dihindari. Bahan pengawet yang masuk ke dalam tubuh sudah barang tentu bukan suatu hal yang baik untuk kesehatan, apalagi dalam jumlah yang banyak. Resiko kerusakan hati dan liver adalah kemungkinan terbesar dari mengonsumsi bahan pengawet makanan atau minuman berlebih. 

Mengonsumsi minuman isotonik akan sangat bermanfaat apabila diminuman dalam jumlah dan waktu yang tepat. Jadi tak perlu khawatir juga untuk meminum minuman isotonik ini asalkan kita tahu kapan tubuh membutuhkannya.   
  
Gambar : http://wordpress.com, http://suaramerdeka.com, http://sat.gmncdn.com

4 komentar:

  1. wah, malah baru tau saya... nice info... thx

    BalasHapus
  2. bagaimanapun juga, minum madu adalah yang terbaik...

    BalasHapus
  3. @ Ady : yup, makasih.

    @ Simbah : Madu emang bikin sehat mbah.. he.he.

    @ Konde : Air putih baik buat ginjal.

    BalasHapus